*** Diterbitkan oleh: Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ***

PELANTIKAN PENGURUS BARU PP PERKI DAN KOLEGIUM
PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH MASA BAKTI 2019-2022


ADA yang istimewa dalam bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam tahun ini, yang akan tercatat dalam sejarah Kepengurusan PP PERKI saat ini sampai masa yang akan datang. Sabtu, 18 Mei 2019 bertepatan dengan 13 Ramadhan 1440 H, bertempat di Ballroom 2, Mutiara Dua, JW Marriott Jakarta, telah dilangsungkan Pelantikan Pengurus Pusat PERKI & Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Masa Bakti 2019-2022.

Backdrop acara dan bagian receptionist

Diantara para tamu undangan yang hadir saat itu, nampak Ketua Umum Terpilih PB IDI, Dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT; Ketua-ketua Perhimpunan: Dr. Sally Aman Nasution, SpPD (Ketua Umum PB PAPDI/Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia); DR. Dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K) (Ketua PDPI/Perhimpunan Dokter Paru Indonesia); Prof.Dr. dr. Mulyadi M Djer, SpA(K) (IDAI/Ikatan Dokter Anak Indonesia); Perhimpunan BTKV, Para Senior Perintis PERKI, dan lain-lain.












Acara diawali dengan penyampaian makalah oleh dua orang nara sumber, yakni Dr. Shodiqur Rifqi, SpJP, dengan judul makalah: “The Role of Ultra-Thin Strut and Polymer Free Stent in Coronary Stent” dan disambung oleh Dr. Antonia Anna Lukito, SpJP, dengan judul makalahnya: “The Importance of DAPT Treatment Adherences and How to Optimize”.


Selesai rest Sholat Ashar, kembali para peserta undangan segera memenuhi ruangan, karena acara puncak pelantikan segera dimulai, pembawa acarapun segera mengumumkan personalia pengurus baru yang segera diundang ke atas podium....

Dan tampil ke depan, Ketua Umum Terpilih PB IDI, Dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT mengambil sumpah dan melantik personalia PP PERKI dan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia masa bakti 2019-2022.





Berikut dilakukan Penanda tanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Ketua PP PERKI untuk masa jabatan 2019-2022 dari DR. Dr. Ismoyo Sunu kepada Dr. Isman Firdaus; Ketua Kolegium PERKI untuk masa jabatan 2019-2022 dari DR. Dr. Anwar Santoso kepada Dr. Renan Sukmawan; Ketua Dewan Etik untuk masa jabatan 2019-2022 dari Dr. Santoso Karo Karo kepada DR. Dr. Anwar Santoso.




Dr. Isman Firdaus,dalam sambutan perdananya setelah dilantik menjadi Ketua PP PERKI 2019-2022 mengatakan, PERKI yang baru dilantik akan berjalan mengemban amanah KOPERKI VIII yang menitik beratkan pada point-point: - Menyusun rencana strategis jangka panjang ditahun 2019 dan 2029; - Menjalankan risalah2, rekomendasi2 KOPERKI; - Pengembangan Pokja, mempersiapkan KOPERKI serta amandemen AD ART pada KOPERKI yang akan datang; - Mempersiapkan PERKI dan anggota PERKI dalam menghadapi era totalitas JKN dan juga era tahun Politik 2019.

“PERKI telah memiliki 40 Cabang dengan jumlah anggota total 1200 SpJP di Indonesia, jumlah ini melampaui dari target RenStra 2019 dulu sekitar 1000 SpJP. Dengan jumlah anggota yang terus bertambah seiring dengan peningkatan kebutuhan pelayanan kardiovaskular di negara kita, sebagai organisasi PERKI dan Kolegium harus terus dikembangkan dalam menghadapi era totalitas JKN dan era Pasar Bebas yang sebentar lagi dijalankan di negara-negara Asean,” ucap Dr. Isman.

“PERKI akan terus bekerjasama dan bahu membahu dengan para pemangku kepentingan-para pemangku kebijakan di negeri ini. PERKI akan membangun jejaring yang kuat dengan semua organisasi profesi dan kerjasama dengan 5 pilar: PERKI, Dept kardiologi dan Kedokteraan Vaskuler, Yayasan Jantung Indonesia, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Departemen Kesehatan, Organisasi Profesi dibawah IDI,” tambahnya.

Selanjutnya, Dr. Isman berjanji, PERKI akan terus melakukan pemantapan pada jaringan nasional dan internasional serta advokasi, dengan mengoptimal teknologi informasi yakni pengembangan Website yang dapat menjangkau seluruh anggota PERKI di seluruh Indonesia.

“Anggota-anggota PERKI kedepan, diharapkan tidak hanya menjadi peserta, pengikut, follower dalam kancah-kancah Asean ataupun Internasional, namun PERKI kedepan menjadi trensenter didunia Internasional. Anggota PERKI tidak terlalu membanggakan karya-karya negara lain, namun gunakan dan banggakan karya anak-anak PERKI di dalam negeri maupun luar negeri, agar dunia tahu bahwa Indonesia sejajar dengan negara-negara lain dalam ilmu dan teknologi kardiovaskuler,” Dr. Isman berharap.

“Jadikan guideline2 PERKI dan karya2 ilmiah anak2 PERKI sebagai acuan mengajar di Fakultas2 Kedokteran. Jadikan guideline2 PERKI untuk acuan dalam panduan praktek klinik di rumah2 sakit Indonesia. Jadikan guidelline2 PERKI untuk ujian bagi calon2 dokter jantung di Indonesia. Apalagi, PERKI kedepannya akan membuat guideline2 lintas pokja,” harapannya lebih lanjut.

Terakhir Dr. Isman menegaskan, “Sinergi antara PP PERKI, Kolegium dan Dewan Etik akan menjadikan PERKI sebagai organisasi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi goncangan kebijakan di negeri kita ini.”

Dan....Dr. Isman menamakan kabinet yang baru dilantik ini dengan nama “Kabinet Kerja”.

Dr. Renan Sukmawan, sebagai ketua Kolegium PERKI yang baru dilantik, mengatakan dalam sambutannya: “Tantangan kedepan Kolegium di semua profesi adalah MEA dan penyedia layanan BPJS. Kita akan menstandarisasi kurikulum sub spesialis dan fellowship yg diamanahkan KOPERKI.”

“Kita dengan profesi lain akan mengharmonisasi standar masing-masing, bersama bahu membahu untuk ke depan maju bersama-sama untuk memecahkan masalah kesehatan di tanah air,” janjinya.

Dr. Moh. Adib Khumaidi, dalam sambutannya mengatakan, “Koornya organisasi profesi itu sebenarnya ada 3 hal: Pendidikan, Pelayanan dan Perlindungan Hukum, tiga hal itu harus selalu menjadi program prioritas dan menjadi bagian rencana strategi progja PERKI ke depan. Bukan semata-mata untuk anggota PERKI saja tapi juga untuk masyarakat Indonesia.”

IDI beserta seluruh perhimpunan2nya senantiasa melakukan konsolidasi organisasi, karena kita tidak bisa sendiri, kita harus bersatu, bersama2 dalam era MEA, era revolusi industri, yang kita lawan itu ada di luar profesi, bukan di dalam profesi, ungkap Dr. Adib.

“Semangat didalam organisasi profesi, adalah semangat untuk kepentingan anggota, memenuhi sentimen anggota, yang kita perjuangkan adalah untuk kesejahteraan anggota itulah peran daripada profesi,” tambahnya.

“Kita tidak ingin kesehatan atau kedokteran dipolitisasi tetapi kita harus masuk dalam politik kesehatan,” ucapnya tegas. “Janji yang kita ucapkan itu adalah janji untuk kita, janji untuk anggota, janji untuk masyarakat, dan janji yang akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT,” ungkap Dr. Adib menutup sambutannya.

Penyerahan Cindera Mata dari Ketua PP PERKI, Ketua Kolegium PERKI dan Ketua Dewan Etik masa bakti 2016-2019
kepada para pengurus penggantinya (masa bakti 2019-2022).

Para pejabat PERKI, Kolegium dan Undangan dari Perhimpunan Profesi Lain.

Acara Pelantikan ditutup dengan pembacaan do'a oleh Dr. Amir Azis Alkatiri.

Dan disambung dengan berbuka puasa bersama. Alhamdulillah....



Video cuplikan suasana Pelantikan

Selamat bertugas, dan selamat bekerja, bekerja dan bekerja........ KABINET KERJA".